Kisah Pasangan yang 'Dicomblangi' Aplikasi Berujung di Pelaminan

Galih dan Ratna menjalin cinta, cinta bersemi dari aplikasi
Unsplash.com/fhmi29

Sebutan ‘Mak Comblang’ tentu tak bisa dipisahkan dari dunia percintaan. ‘Mak Comblang’ merupakan pihak yang berperan mempertemukan dua orang dengan tujuan berpacaran bahkan menikah.

Perkembangan zaman membuat peran ‘Mak Comblang’ mulai tergantikan dengan adanya aplikasi dating apps. Seperti ‘Mak Comblang’, dating apps pun berperan mempertemukan dua orang dari seluruh dunia.


Kini tak sedikit orang yang berhasil menemukan pujaan hatinya lewat aplikasi, bahkan hingga menikah. Seperti Galih dan Ratna (bukan nama sebenarnya), pertemuan mereka di dating appsSetipe berujung di pelaminan. Bahkan tak lama lagi keduanya akan dikaruniai buah hati.

1. Coba-coba dating apps setelah putus cinta
Unsplash.com/charlz

Pertemuan keduanya bermula ketika Ratna masih berkuliah di salah satu kampus swasta di Tangerang, Banten. Ratna sempat tiga tahun menjalin asmara dengan seorang pria namun kandas akibat tak sepaham.

Seperti pasangan pada umumnya yang baru putus cinta, Ratna mengalami kegalauan. Rutinitas menonton film, makan bersama, jalan ke mal yang biasa dilakukannya bersama sang mantan tak lagi bisa ia lakukan.

“(Waktu masih pacaran) gue punya kebiasaan chatting yang intens. Setelah putus jadi ngerasa kehilangan itu. Gue (install dating apps) cuma untuk nyari teman hang out, chatting, jalan-jalan gitu,” ungkapnya kepada IDN Times ketika ditemui di daerah Jakarta Selatan, Minggu (12/2).

Dating apps pertama yang ia install adalah Tinder. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk chatting dengan orang asing dengan syarat sama-sama menyukai profil yang diunggah pengguna ke akun Tindernya.


Melalui Tinder, Ratna banyak berkenalan dengan orang asing, bahkan kopi darat dengan beberapa pria. Sayangnya, tak ada satu pun yang sesuai dengan kriterianya. Ia mengaku lebih sering bertemu pria yang tak senonoh ketimbang yang menurutnya baik. Tak jarang dia dimanfaatkan oleh pria lain ketika berkenalan dan bertemu.

Hal tersebut membuatnya lelah berkenalan dengan laki-laki melalui Tinder. Lantas Ratna pun curhat dengan sahabatnya tentang permasalahan itu.

“Teman gue nyuruh buat install Setipe, katanya itu lebih baik,” ujar Ratna.

2. Pengalaman buruk Ratna dalam menggunakan dating apps membuat Galih harus berjuang lebih keras
Unsplash/Ryan Holloway

Karena pengalaman buruk penggunaan dating apps di masa lalu, Ratna masih menganggap penggunaan Setipe hanya untuk iseng-iseng saja meski ketika registrasi akun diminta menjawab sejumlah pertanyaan agar algoritma bisa menemukan orang yang cocok dengannya.

Pada suatu sore Ratna match dengan Galih setelah sekian waktu menggunakan Setipe. Ratna mengaku bahwa Galih yang pertama kali mengirimkan pesan terlebih dahulu.

Berbeda dengan sebelumnya, Ratna tak langsung bertemu dengan galih. Pengalaman buruk di masa lalu membuatnya lebih berhati-hati sehingga tak mau sembarangan mengajak orang asing bertemu.

“Dia (Galih) beberapa kali ngajak gue ketemuan, tapi gue selalu punya alasan buat nolak,”ujar Ratna.

Pertemuan keduanya pun terjadi. Ratna mengisahkan bahwa ketika bertemu dengannya, Galih baru beberapa jam mendarat di Indonesia dari Jepang. Galih rela tak istirahat demi bertemu Ratna

“Gue bilang sama dia, cuma bisa ketemu di hari itu, jadi dia bela-belain ketemu jam 8 pagi padahal dia baru sampai di rumah jam 3 pagi,” ujarnya.

3. Menurut Ratna, Galih tegas dengan komitmennya
Dok.IDN Times/Istimewa

Singkat cerita, mereka sepakat berpacaran. Menurut Ratna, Galih adalah seorang pria yang tegas dengan komitmennya. Lelaki 26 tahun itu sudah menegaskan komitmennya pada Ratna bahkan sebelum keduanya punya berstatus pacaran.

“Waktu belum pacaran, dia bilang kalau seandainya kami pacaran, gue jadi orang yang terakhir. Saat itu sih menurut gue gombal banget,” ujarnya sambil tertawa.

Ketika sudah berpacaran pun, Galih kembali menegaskan komitmennya seperti apa yang terlarang dan boleh dilakukan ketika berpacaran. Hal itu yang membuat Ratna yakin Galih merupakan jodohnya hingga keduanya menikah pada awal September 2018.

Lamanya jarak waktu dari perkenalan hingga pertemuan pertama dengan Galih tak disesali Ratna. Sebab, proses panjang itu membuat Ratna dan Galih lebih saling mengenal dan menemukan kecocokan masing-masing.

“Gue ngerasa cocok ngobrol sama dia, apa saja bisa, akhirnya jadi teman curhat dan merasa cocok,” jelasnya.

4. Menggunakan dating apps ternyata ada risikonya, ini tips amannya
IDN Times/Sukma Shakti

Kejadian tak menyenangkan seperti pelecehan seksual kerap terjadi ketika menggunakan dating apps. Seperti yang dialami mahasiswi salah satu kampus di Depok, Diana (bukan nama sebenarnya). Menurut pengakuan sang pacar, ketika masih berstatus single Diana sering sekali mengalami pelecehan seksual melalui dating apps. Bahkan pelaku pelecehan ada yang tak segan-segan mengajak Diana berhubungan seksual di luar nikah.

“Sebelum ketemu dan pacaran sama gue, Diana sering sekali dilecehkan. Dia mau (berpacaran) sama gue karena cuma gue yang gak ngajak dia aneh-aneh ,” ujar Adit (bukan nama sebenarnya) kepada IDN Times.

Founder Setipe.com, Razi Thalib mengakui bahwa menggunakan dating apps semakin meningkatkan kemungkinan bertemu hal-hal buruk yang tak diinginkan karena aplikasi ini memungkinkan seseorang bertemu dengan lebih banyak orang.

Mencegah hal itu, Setipe memiliki sejumlah fitur berbayar dan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab agar algoritma bisa menemukan orang yang cocok dengan karakter pengguna.

Lebih lanjut, Razi pun memberikan sejumlah tips menggunakan dating apps secara aman. Ia menyarankan pengguna untuk mengenali dirinya sendiri, membuat filter pribadi agar tahu sosok seperti apa yang dicari di dating apps. Ketika memutuskan untuk saling bertemu, pengguna juga disarankan untuk mengabari kerabat dan membuat janji bertemu di tempat umum yang ramai.


Comments

Popular posts from this blog

Tes Kepribadian: Karaktermu Tercermin dari Gambar Pohon yang Kamu Pilih

Kalahkan Ria Ricis, Youtuber Indonesia Ini Capai Penghasilan Rp59 Miliar per Tahun

11 pekerjaan unik ini hanya ada di Jepang, ada jasa hapus air mata